Sabtu, 22 Maret 2014

What happened to supply and demand (Tugas Softskill Bahasa Inggris Bisnis 2)



What happened to supply and demand

The down fall of are economy must be observed in a historical sense ( simple present tense). While many will point to globalism and international treaties as the main reasons for our present economic situation (simple future tense). I feel that these are talking points that have nothing to do with solving the problem of our bad economy (present continuous tense).
Supply and demand has long been the first basic lesson learned in economic courses around the world. Prices will rise and fall as the relationship between supply and demand shift (simple future tense). However, one must have both elements present for the system to work (simple present tense). If there is no demand, supply will be worthless. No supply means that demands will not be met, meaning no profit ( simple future tense).
For decades we have been killing our ability to create demand (present perfect continuous). Falling wages, jobs moving off shore, and increased costs of living have decreased the ability for people to purchase items and goods. This has caused a decline in demand and the loss of business (simple past tense). Entrepreneurs now have no reason to start new businesses or create new inventions with no one present to buy the product and create a profit for their work and ideas (simple present tense). While people my be full of desire for a product, they have lost the ability to buy that product and create demand (simple present tense).
How to create demand? Simple, government projects (simple present tense). An example of this can be seen when studying President Roosevelt’s labor programs such as the Tennessee Valley Authority (TVA) (present perfect continuous). When these formerly unemployed people were given jobs they now had money to spend (simple past tense). This extra money created demand (simple past tense). When the demand was present businesses began to get the supplies to meet that demand (simple past tense). This new demand not only gave rise to stores (small businesses) but also to the factories that supplied those stores and business.
At each level more people became employed (simple past tense). These employed individuals created demand in their areas and thus spurred the same response (simple past tense). The growth of stores and businesses. Supply and demand in action. A beautiful thing!
We have allowed this simple yet effective, economic model to be dismantled. Businesses no longer share their profits with employees (simple present tense). A rising tide no longer lifts all boats. Businesses profits seem to be reserved for top executives (past perfect tense). Businesses try to turn over employees to avoid giving them benefits, thus adding to the cost of living and eliminating demand. Businesses shift and move to follow profits taking their low wage model with them creating no demand at the new location (simple present tense).
The economy is a flowing mechanism (present continuous). Money must follow and not pool in a single account or economic class. This explains why the tax rate was 91% after three million dollars under President Eisenhower. That high tax rate kept the money moving, not allowing it to pool at any level in the economy (simple past tense). America’s economy was strong during those days and remained strong until the tax rate was lowered under the President Carter Administration (simple past tense).
As money flows it is taxed at every transaction helping to fill public coffers. Money earned by the working and middle class will be spent (simple past tense). This spending will create demand and serve the business environment and the factories that supply them. The answer to our problem is simple. Bring back demand!

*note : the red ink = the tenses
           the pink ink = the kind of tenses

Sumber :
http://www.artikelberbahasainggris.com/ekonomi/what-happened-to-supply-and-demand.html

Minggu, 29 Desember 2013

Tugas 3 Bahasa Indonesia (Softskill)


Coba anda berikan contoh tulisan ilmiah populer, dengan topik persitiwa-peristiwa yang terjadi saat ini !

Bila Jadi Presiden, Jokowi akankah Bernasib Sama dengan Bung Karno dan Pak Harto?

Jakarta - Joko Widodo kian kokoh berada di puncak elektabilitas dan popularitas setiap survei Capres 2014. Hal itu pun menunjukkan sosok Jokowi di mata masyarakat sangat dipuja. Bila Jokowi benar-benar menjadi presiden nantintya, akankah bernasib sama dengan Soekarno dan Soeharto? Mereka dilengserkan saat di ujung jabatan.

"Kebanyakan (Presiden RI) sebelum naik itu dipuja-puja, kemudian berakhir dengan sinisme publik yang menyakitkan," kata Pakar Komunikasi politik UIN, Gun Gun Heryanto dalam rilis survei bertema "Siapa lawan tanding Jokowi" yang digelar Laboratorium Psikologi Politik UI di Hotel Morissey, Jl Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (29/12/2013).

Gun mencontohkan bagaimana nasib beberapa Presiden RI seperti Bung Karno yang sangat di puja sebelum menjadi Presiden RI. Namun setelah lengser sebagai Presiden RI mendapat sinisme dari beberapa masyarakat, hingga permintaan untuk dimakamkan di daerah Priangan Jawa Barat pun tidak dapat diwujudkan.

"Tak berbeda jauh dengan presiden setelah itu, Pak Harto waktu naik menjadikan dia pengharapan masyarakat Indonesia, setelah lepas dari jabatanya itu bagaimana? Gus Dur naik juga sangat diharapkan setelah itu seolah-olah ditinggalkan, SBY juga begitu," jelasnya.

Menurutnya, kini SBY yang sebagai Presiden RI juga telah mengalami hal yang sama dengan Presiden RI sebelumnya. "SBY mengalami seperti itu, pencitraan dia sangat buruk, bagaimana publik menyiapkan level pengharapan seperti sebelumnya. Orang itu menilai kalau lagi ngetrend dipuja namun mudah sekali kecewa diakhirnya," jelas dia.


Analisis           :
Joko Widodo kian kokoh berada di puncak elektabilitas dan popularitas setiap survei Capres 2014. Hal itu pun menunjukkan sosok Jokowi di mata masyarakat sangat dipuja. Gun mencontohkan bagaimana nasib beberapa Presiden RI seperti Bung Karno yang sangat di puja sebelum menjadi Presiden RI. Namun setelah lengser sebagai Presiden RI mendapat sinisme dari beberapa masyarakat.

Sumber :
http://news.detik.com/read/2013/12/29/175234/2453439/10/bila-jadi-presiden-jokowi-akankah-bernasib-sama-dengan-bung-karno-dan-pak-harto?n991102605

tugas 5 Bahasa Indonesia (Softskill)


Buatlah contoh sebuah paragraf yang berkaitan dengan
bidang anda sekarang !
    1. Generalisasi
    2. Analogi
    3. Sebab-akibat (kausalitas)


Contoh Paragraf  Generalisasi:

Untuk mendapatkan gelar Strata satu (S1). Kita harus mengikuti dan menjalankan semua peraturan-peraturan yang kampus berikan. Diantaranya mahasiswa dan mahasiswi harus aktif dalam mengikuti setiap perkuliahan, harus dinyatakan lulus Ujian Utama dengan IPK minimal 3,00 dan tidak ada nilai D. Mahasiswa juga harus menyelesaikan seluruh matakuliah lokal dan memiliki IPK total minimal 3,00 sebaiknya nilai tidak ada yang D. Selain itu, mahasiswa juga harus menyelesaikan sekaligur harus lulus pada Penulisan Ilmiah. Dan juga mahasiswa dan mahasiswi harus telah mengikuti workshop dan kursus. Selain dari itu semua mahasiswa dan mahasiswi juga harus menyelesaikan segala administrasi dan keuangan hingga semester yang sedang berjalan. Jadi, memang tidak mudah untuk menyandang gelar Sarjana Strata Satu (S1). Mahasiswa harus mengikuti semua peraturan dan persyaratan yang kampus berikan.





Contoh Paragraf Analogi :

Seseorang yang menuntut ilmu sama halnya dengan mencari jarum ditumpukan jerami. Saat mencari nya sangatlah sulit ditemukan karena ukuran jarum yang kecil dan jerami yang begitu banyak. Begitu pulabila menuntut ilmu, seseorang akan mengalami rintangan seperti kesulitan memahami pelajaran, terkadang kesulitan ekonomi dan sebagainya. Jadi, menuntut ilmu sama halnya dengan mencari jarum ditumpukan jerami sangat sulit sekali banyak rintangan nya.

Menjadi mahasiswa yang mengambil jurusan akuntansi itu sama halnya seperti menghitung tetesan air hujan yang jatuh ke  bumi. Karena kita ketahui dalam mempelajari akuntansi tentu bukan hal yang mudah karena kita harus sangat menjadi teliti dan tidak boleh melakukan kesalahan dalam perhitungan agar hasil selalu balance.





Contoh Paragraf  Sebab-Akibat :

Terkadang dalam suatu perguruan tinggi tentu banyak saja mahasiswa yang malas untuk masuk kuliah mengikuti perkuliahan, karena biasanya yang membuat mereka malas untuk mengikuti perkuliahan yaitu waktu kuliah yang cukup pagi sehingga banyak mahasiswa yang telat bangun sehingga telat untuk berangkat kuliah sehingga mereka biasanya langsung malas mengikuti matakuliah selanjutnya, ada juga karena hanya ada satu matakuliah maka biasanya mahasiswa malas untuk masuk kuliah.


tugas 4 Bahasa Inonesia (Softskill)


1.   Buatlah kerangka karangan sesuai contoh kasus yang anda pilih
2.   Perhatikan sistematika penulisan




Topik : Kegiatan Remaja Masjid Nurul Huda
              1.  Kegiatan Bakti Sosial
               2. Kegiatan Pesantren Kilat
              3. Kegiatan Olahraga, Rekreasi dan Kesenian bersama Yatim Piatu


Remaja Masjid Nurul Huda untuk membangun rasa sosialisme dan rasa kepedulian periode 2012-2013

1. Kegiatan bakti sosial
         
1.1  memberikan bantuan langsung kepada anak-anak yatim piatu
          1.2 memberikan bantuan langsung kepada masyarakat kurang mampu
          1.3 penyuluhan, bimbingan sosial, memberikan motivasi kepada anak-anak yatim piatu
         

      2. Kegiatan Pesantren Kilat
                 2.1 menjadikan remaja lebih mengenal lebih dalam tentang agama islam
          2.2 menjadikan remaja lebih akrab satu sama lain dan lebih solid
          2.3 menjadikan remaja mengenal shalat malam dan beribadah lebih khusu


      3.Kegiatan Olahraga, Rekreasi dan Kesenian bersama Yatim Piatu
         3.1 mengadakan kegiatan olahraga saat pagi hari untuk menunjang kesehatan.
         3.2
  mengadakan rekreasi ke alam untuk mengenalkan lingkungan kepada anak-anak yatim piatu
         3.3  Mengadakan suatu acara hasil karya dan kreasi remaja dan juga anak-anak yatim piatu